Yuk, Mengenal Pesona Ende di Flores Lebih Dekat

Suara.com – Kekayaan Indonesia begitu merata dari barat ke timur, utara ke selatan. Berbicara tentang Indonesia Timur, tentu tak lepas dengan pesona Kepulauan Flores. Keindahan bawah lautnya membuat wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik untuk berkunjung. Tetapi coba kita lebih telusuri salah satu kota di Kepulauan Flores yang terkenal dengan singkong terbaiknya, Kota Ende. Banyak kekayaan tersimpan di kota yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini. Selain mempunyai makna sejarah mendalam perjuangan Bung Karno, terdapat juga kampung adat yang masih sangat kental dengan budayanya. Apa saja yang bisa kamu temui di Ende, simak info-info menarik berikut ini. Danau Kelimutu, danau tiga warna Danau ini sudah terkenal di seluruh penjuru dunia, banyak wisatawan asing penasaran untuk mengunjungi satu-satunya danau yang mempunyai tiga warna. Tidak ada yang bisa menebak kapan danau ini akan berganti warna, bisa dalam jangka waktu tertetu. Desa Wologai Terletak 10 KM dari Kota Ende, kita bisa menemukan Kampung Wologai. Kurang lebih terdapat sepuluh rumah panggung yang masih sangat tradisional. Kampung ini biasanya dipakai untuk upacara adat setiap tahunnya. Pantai Ria Tidak jauh dari pusat Kota Ende, kita bisa menemukan Pantai Ria. Deburan ombak di pantai ini bisa kamu nikmati sambil meneguk segarnya es kelapa muda yang dijual di sana. Beberapa pondokan tersebar di pinggir pantai, cocok untuk bersantai bersama teman atau keluarga. Rumah Pengasingan Bung Karno Banyak yang belum tahu bahwa Bung Karno pernah diasingkan di Kota Ende. Bapak Proklamtor ini menghabiskan waktu bersama keluarganya sekitar tahun 1934. Jaraknya sangat dekat, tidak jauh dari tengah kota. Walau tidak dipungut biaya untuk masuk ke sana, namun kebersihan dan kerapihan rumah ini masih sangat terjaga. Nuansa sarat sejarah pun terasa sangat kental di sini. Taman Renungan Pancasila Tidak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno, terdapat sebuah tempat bersejarah lainnya, Taman Renungan Pancasila. Di tempat inilah Bung Karno sering menghabiskan waktunya merenungi nilai-nilai Pancasila. Sebuah patung Bung Karno pun dibangun dan diresmikan oleh Wakil Presiden pada tahun 2002. Pasar Tradisional Ende Sebaiknya Pasar Tradisional Ende menjadi destinasi terakhirmu di Kota Ende. Sebab di sini lah kamu bisa fokus mencari oleh-oleh untuk keluarga dan kerabatmu. Menu utama yang dijual di sini adalah tenun ikat warna-warni khas Ende. Harganya pun beragam, mulai Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000. Selain itu, pasar ini juga menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat Pulau Ende, termasuk sayuran dan kebutuhan keluarga lainnya. Rencanakan liburanmu ke kota Ende, temukan perjalanan yang tak terlupakan. Intip juga info menarik perjalanan seputar Indonesia di pesona.indonesia.travel . [Rizka Chaerani]

Sumber: Suara.com