Mayoritas Warga Baduy Sudah Miliki Kartu JKN

Lebak – Kepala Seksi Pembinaan, Partisipasi Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Lebak Agus Setiawan mengatakan, sebagian besar warga Baduy telah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui dana Penerima Bantuan Iuran Badan Pengelola Jaminan Sosial (PBI-BPJS) Bidang Kesehatan. “Kami berharap, ke depannya penduduk Baduy yang mencapai sekitar 10.600 jiwa, semua memiliki kartu PBI BPJS. Ini dialokasikan oleh APBD Lebak juga APBN pusat,” kata Agus di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (4/10). Selama ini, masyarakat Baduy yang menerima program JKN tersebut adalah memiliki kartu kepala keluarga (KK). Masyarakat Baduy saat ini berani pergi ke Balai Klinik, Puskesmas, Poskesdes untuk pengobatan jika mengalami sakit. Penyaluran kartu sehat itu dapat mengakses pengobatan dan perawatan inap secara gratis. Namun, perawatan inap rumah sakit dikhususkan untuk Kelas III. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat Baduy yang belum memiliki kartu sehat PBI BPJS segera memenuhi persyaratannya, diantaranya mengantongi kartu KK tersebut. “Kami akan memproses masyarakat Baduy yang memiliki kartu KK untuk menerima PBI BPJS itu,” katanya. Menurut dia, masyarakat Kabupaten Lebak yang memiliki kartu sehat melalui program PBI BPJS tercatat 15.495 jiwa dengan total biaya Rp1,2 miliar melalui APBD 2016. Sedangkan, bantuan dari APBN pusat tercatat 718.471 jiwa. Karena itu, pihaknya mengajukan kepada Pemprov Banten agar memberikan bantuan PBI BPJS bagi warga miskin sebanyak 14.000 jiwa. “Jika Pemprov Banten itu menyalurkan kartu sehat maka semua warga Lebak sudah menerima PBI BPJS,” ujarnya. Asisten Daerah (Asda) IV Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lebak Tadjudin Yamin mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pemerintah pusat yang tidak menaikkan tarif BPJS Kelas III, sehingga tidak mengubah perubahan anggaran. Mereka warga miskin mendapat pelayanan kesehatan daerah melalui PBI peserta BPJS kelas III sebesar Rp25 ribu per orang per bulan. Pemberian pelayanan kesehatan gratis tersebut untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu. Karena itu, pihaknya berharap kartu BPJS dapat dimanfaatkan untuk pengobatan di rumah sakit maupun Puskesmas. “Kami terus mengusulkan kepada pemerintah pusat dan provinsi agar warga miskin yang belum menerima BPJS bisa direalisasikan 100 persen hingga tahun 2019,” katanya. Sementara itu, pemuka adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Saija mengatakan, hampir sebagian besar warganya sudah menerima program JKN dengan menerima kartu PBI BPJS sehingga bisa digunakan untuk pengobatan secara gratis. Namun, pihaknya terhadap warganya yang belum memiliki kartu PBI BPJS segera membuat KK untuk diusulkan pada pemerintah daerah. “Kami sangat terbantu dengan program JKN bisa berobat secara gratis,” katanya. /EVA

Sumber: BeritaSatu