KPK Sita Brankas Emas Kyai Fuad Amin

Rimanews – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita brankas berisi perhiasan emas milik Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron. Sebelumnya, KPK menyita aset dan dokumen harta milik politisi Partai Gerindra tersebut. Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, brankas berisi perhiasan itu disita saat dilakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap jual beli gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Bangkalan dan Gresik, Jawa Timur. “Brankas di dalamnya ada perhiasan emas,” kata Johan Budi, Sabtu (6/12). Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Selain kediaman Fuad Amin, KPK juga menggeledah 4 tempat lainnya. Di antaranya kantor BUMD PD Sumber Daya di Surabaya, Jatim. Dokumen terkait kekayaan Fuad disita, seperti surat tanah, rumah, dan mobil pri badi. “Ada 5 tempat yang digeledah. Penggeledahan berkaitan dengan perkara dan penelusuran aset milik tersangka. Disita dokumen penting berkaitan dengan harta kekayaan tersangka. “Hasil sita akan ditelaah oleh penyidik KPK,” terang Johan. KPK telah menetapkan Fuad dan ajudannya, Rauf sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan, pada Senin (1/12) dini hari. Dalam operasi tersesbut, KPK menyita uang Rp700 juta. Uang itu disita dari tangan Rauf yang diduga berasal dari Direktur PT. Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko. KPK menduga, uang suap tersebut bukan yang pertama kali. Sebelum menyita brankas, KPK telah menyita uang mencapai Rp4 miliar dari rumah Fuad Amin di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kasus ini diduga terkait kerja sama PT. Media Karya Sentosa dengan PD. Sumber Daya. Fuad Amin Imron merupakan tokoh terkemuka di Bangkalan, Madura, dan dikenal sebagai kyai. Sebelum menjabat Ketua DPRD Bangkalan, Fuad merupakan Bupati Bangkalan dua periode. Fuad diketahui masih cicit dari ulama kharismatis Madura, KH Cholil Bangkalan.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : korupsi fuad amin imron , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews