Tak Hanya Ahok, Polisi Terus Proses Kasus Habib Rizieq dan Sri Bintang

Jakarta – Penyidik Bareskrim tak hanya fokus untuk menyelesaikan berkas perkara Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama. Badan berlambang busur dan panah itu juga melakukan supervisi atas kasus-kasus yang muncul terkait kasus Ahok dan demo 4 November lalu. Polisi terus memproses laporan terhadap Habib Rizieq Syihab dan Sri Bintang Pamungkas. Hal tersebut disampaikan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri Jakarta, Rabu (23/11). Seperti diketahui, Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq Syihab karena dianggap telah melecehkan Pancasila saat tablig akbar Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu yang videonya muncul di YouTube sejak dua tahun lalu. “Kita anggap Polsek, Polres bisa tangani. Jadi karena kasus Habib Rizieq locus -nya dalam video di belakangnya ada Gedung Sate, maka laporan itu kita limpahkan ke Polda Jabar,” kata Ari Dono Sukmanto. Namun, lanjut Ari, bukan berarti kasus itu disepelekan dan kasus Ahok diistimewakan, karena ditangani oleh Bareskrim. Kasus Ahok yang merupakan gubernur (nonaktif) jika dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, akan membuat kapolda canggung, karena Ahok adalah anggota muspida bersama kapolda dan pangdam. “Nah, makanya kasus itu (Ahok) tetap ditangani Bareskrim. Hal yang sama juga dilakukan dalam kasus-kasus lain, di mana jika terlapornya gubernur, pasti ditarik ke Bareskrim. Kalau terlapornya bupati/wali kota, pasti ditarik ke Polda, begitu seterusnya,” sambungnya. Hal yang sama juga dilakukan Bareskrim terkait kasus Sri Bintang Pamungkas yang dilaporkan atas dugaan tindak pidana diskriminasi ras dan etnis serta penghasutan untuk menjatuhkan pemerintah yang sah yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya. “Orasi Sri Bintang yang hanya di bawah kolong fly over Kalijodo, itu (ibaratnya) ditangani Polsek dan Polres bisa dan mampu itu. Kita (sementara) hanya menangani berkas penodaan agama,” katanya. Farouk Arnaz/AB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu