Perampasan Harta Produsen Narkoba Belum Maksimal

Rimanews – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan Indonesia sudah darurat narkoba. Oleh karena itu BNN sudah melakukan tiga upaya penanggilan sebagaimana amanat UU. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar menyatakan Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba. Anang juga menyebut pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 4 juta orang. Baca Juga Buwas: Waspadai Perang Candu Kepala BNN: Hukuman Mati Terhadap Bandar Narkoba Masih Sedikit Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu “Untuk yang meninggal sudah sampai 50 orang tiap harinya. faktanya, 50 persen lebih yang ada di penjara karena kasus narkoba,” ujar Komjen Anang saat diskusi “Indonesia Darurat Narkoba” di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/5). Anang menjelaskan, UU anti narkoba mengamanahkan tiga hal yang harus dilakukan terkait pemberantasan narkoba di Indonesia. BNN secara kontinyu terus melakukan upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Selain itu BNN juga terus melakukan pencegahan narkoba secara konsisten dan melakukan rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba. “Selama ini penyalahguna dipenjara, mereka tidak sembuh. Begitu orang tua anaknya kena, bukan dilapor malah diumpetin. Padahal pengguna narkoba itu orang sakit,” katanya. Amanah berikutanya adalah melakukan pemberantasan terhadap produsen narkoba, dengan merampas harta kekayaan mereka (produsen). Namun BNN mengakui, amanah yang terakhir belum maksimal ditunaikan. “Produsen diberantas. Tidak hanya dihukum penjara, tapi hartanya harus dirampas berdasarkan UU narkotika. Saat ini sudah dilakukan tapi belum banyak, sehingga membuat mereka masih bisa berbisnis dari penjara,” katanya lagi. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : BNN , Narkoba Indonesia , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews