Gubernur Sumut: Jangan Terprovokasi Isu SARA

Medan -Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengharapkan, masyarakat tidak mudah terprovokasi atas isu yang menyangkut suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). “Kerukunan antarumat harus dapat terjaga dan menjunjung tinggi toleransi dan perbedaan,” ujar Erry Nuradi di acara Nusantara Bersatu di Lapangan Benteng Medan, Rabu (30/11). Erry mengatakan, media sosial mempunyai peranan dalam penyebaran informasi yang mempengaruhi SARA. Oleh karena itu, masyarakat diminta jangan terlalu mudah menyebarkan informasi yang bisa memancing konflik itu. Kegiatan Nusantara Bersatu juga dihadiri Panglima Kodam I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung, Kapolda Sumatera Utara, Irjend Pol Rycko Amelza dan pemuka agama maupun lainnya. Menurut Panglima Kodam (Pangdam) I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung, TNI bersama dengan Polri sudah siap melakukan pengamanan dalam menyambut aksi damai 2 Desember 2016. “Kami tidak akan membawa senjata. Aksi damai ini kita sambut secara bersama. Peserta aksi demo pun diharapkan melakukan hal yang sama,” katanya. Pangdam menegaskan, pihaknya tidak menghendaki adanya kerusuhan saat aksi damai 2 Desember mendatang. Peserta aksi diminta melakukan demo dengan aman dan tertib. Kapolda Sumut, Irjend Rycko Amelza mengharapkan, kalangan ulama mengambil peranan dalam mendinginkan suasana menjelang dan saat aksi 2 Desember. “Saya akan mengajak kalangan ulama di daerah ini untuk melakukan diskusi sebelum demo nanti. Kita menginginkan aksi damai itu memang berjalan tertib,” sebutnya. Arnold H Sianturi/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu