Dejan Antonic Pertanyakan Kartu Merah Yanto Basna

JAKARTA – Pelatih Persib Bandung, Djan Antonic mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Nusur Fadilah di partai final Piala Bhayangkara, Minggu (3/4/2016) malam. Dalam laga itu, Persib dibekuk Arema dengan skor meyakninkan, 2-0. Pada laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Arema memimpin berkat gol Raphael Maitimo di menit ke-59. Alih-alih mengejar ketertinggalan, anak asuh Dejan Antonic justru harus bermain dengan 10 orang setelah Yanto Basna diusir ke luar lapangan pada menit ke-71. Yanto yang sudah mengantongi kartu kuning, menyapu botol air minum hasil lemparan penonton dengan kakinya. Botol itu menghantam kepala gelandang Arema, Esteban Vizcara. Wasit yang menyaksikan kejadian itu menganggap Yanto dengan sengaja menendang botol ke arah lawan, sehingga Nusur mengganjarnya dengan kartu merah. Keputusan wasit yang dianggap kontroversial itu berbuntut lemparan penonton sehingga laga terpaksa dihentikan beberapa menit. Pertandingan kembali dilanjutkan setelah Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo menginstruksikan wasit melanjutkan pertandingan, namun Persib yang kehilangan konsentrasi malah kembali kebobolan tepatnya di menit ke-84 melalui aksi Sunarto. “Pertandingan ini dikacaukan oleh wasit. Keputusan wasit memberi kartu merah (kepada Yanto) sangat tidak relevan. Semua pemain dan penonton sangat kecewa dengan keputusan ini,” kata Dejan Antonic usai laga. “Pertandingan ini sangat bagus, tetapi wasit di Indonesia tidak bagus,” lanjutnya. (Baca juga : Bekuk Persib, Arema Kampiun Piala Bhayangkara 2016 ) Atas hasil itu, Persib Bandung harus puas menjadi runner up Piala Bhayangkara 2016, sementara Arema keluar sebagai kampuin. Sementara itu, di laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung sore hari, Sriwijaya FC berhasil membungkam Bali United dengan skor serupa 2-0. ( sha ) dibaca 86.793x

Sumber: Sindonews