Djanur Siap Hadapi Risiko Terburuk untuk Hal Ini

Persib Bandung masih memburu striker asing untuk melengkapi skuadnya. Saat ini, satu nama striker asing yang identitasnya masih dirahasiakan membuat pelatih Djadjang Nurdjaman kepincut. Sang pemain bahkan sudah direkomendasikan manajemen untuk dikontrak.

Tapi, Djanur, sapaan akrabnya, sudah siap dengan risiko terburuk jika pemain yang diinginkannya akhirnya tidak bisa bergabung dengan Persib. Ia tidak akan ngotot mendatangkan striker asing.

Saat ini, Persib sudah memiliki tiga pemain asing, yaitu Vladimir Vujovic, Michael Essien, dan Matsunaga Shohei. Komposisi itu menurutnya sudah sesuai dengan rencana awal sebelum ada regulasi soal marquee player.

“Itu (tiga pemain asing) sudah sesuai dengan rencana semula. Kalau regulasinya seperti itu (2 1), hanya pemain ini (Vujovic, Essien, dan Matsunaga) yang akan saya ambil,” kata Djanur di Stadion Persib, Kota Bandung.

Ia sendiri tidak tahu akan ada regulasi soal penggunaan pemain berstatus marquee player. Tapi yang terjadi, setelah Essien datang, regulasi Liga 1 soal penggunaan marquee player baru keluar.

Ia pun menegaskan Persib tidak pernah mengusulkan penggunaan marquee player. Sebab Essien didatangkan sejak awal rencananya dengan status sebagai pemain asing biasa.

“Artinya, bukan karena kita sudah punya marquee player terus kita usul supaya ada regulasi seperti itu (penggunaan marquee player). Jangan dibalik seperti itu,” tegasnya.

Tapi karena ada aturan marquee player setelah Essien datang, otomatis Persib memiliki satu slot lagi untuk pemain asing. Hal itu yang kemudian dimanfaatkan Djanur dengan ingin merekrut satu striker asing.

Sebab saat ini, Persib hanya mengandalkan Sergio van Dijk di lini depan. Saat Sergio cedera, Persib praktis tidak memiliki striker murni.

Jika ternyata striker asing tidak didapatkan, Djanur tidak gusar. Ia akan memanfaatkan para pemain yang ada. Saat Sergio berhalangan bermain, ia akan memberikan peran striker pada pemain lain, yaitu Matsunaga Shohei, Tantan, dan pemain muda Angga Febriyanto.

Bermain tanpa striker murni berpaspor asing pun bukan hal baru baginya. Sebab timnya sering melakukannya saat mengarungi Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan mengandalkan Tantan dan Ferdinand Sinaga di lini depan. Padahal, keduanya bukan tipikal striker murni. Tapi, saat itu, Persib berhasil keluar sebagai juara.

“Jadi saya pikir, buat kami terbiasa dengan tidak memakai striker asing. Sebetulnya enggak masalah (tidak memiliki striker asing),” jelas Djanur.

Ia sendiri menargetkan maksimal 10 April 2017 sudah ada kepastian soal pemain asing yang akan direkrut. Sementara secara keseluruhan, ia berencana memiliki 25 pemain untuk mengarungi Liga 1.

coachpursesoutlets.com Prediksi Keluaran Judi Nomor Angka Togel Singapura sgp Jakarta Online Hari ini, Bola gelinding, segera bergabung dgn kami Sumber: Okezone