Tommy Welly: Three Lions Jadi Underdog

, Jakarta – Setiap underdog m emiliki harinya. Dua puluh tahun silam, Denmark mengalaminya di Swedia. Yunani mengikuti jejaknya di Euro 2004. Keajaiban Denmark dan Yunani memang sangat mungkin terjadi dalam sepak bola. Tapi hal-hal seperti itu tidak sering berulang. Apalagi bagi tim seelite Inggris. Nama besar sepak bola Inggris membuat Steven Gerrard dkk sulit dikategorikan sebagai underdog . Image Three Lions terlalu bergengsi jika turun kasta menjadi underdog . Tapi kenyataan di perhelatan Piala Eropa ini memang ironis bagi Inggris, sehingga tim yang selalu dianggap favorit itu saya labeli dengan status underdog . Masalah laten bagi Inggris adalah soal pelatih. Ketika Steve McLaren yang asli Inggris gagal meloloskan Three Lions ke Euro 2008, FA berharap kepada tuah allenatore Italia, Fabio Capello. Sayangnya, Don Fabio jengkel atas sikap dan campur tangan FA sehingga mundur pada Februari lalu. Roy Hodgson sebagai penggantinya masuk hanya lima pekan menjelang kick-off Euro 2012. Enam tahun terakhir berkiprah di Liga Primer Inggris menjadi sisi positif bagi Hodgson. Tapi masalah juga menghadangnya. Tanpa Wayne Rooney di dua pertandingan awal, menghadapi Prancis dan Swedia, jelas sebuah masalah. Inggris sangat membutuhkan kualitas Rooney. Di hari baiknya, pemain itu akan memberikan sebuah pembedaan dan warna dalam permainan Inggris. Kehilangan talenta cerah, Jack Wilshere, sejak awal juga menjadi pukulan besar bagi lapangan tengah. Rooney dan Wilshere adalah tipikal pemain yang sangat berbeda dengan prototipe pemain Inggris kebanyakan yang cenderung mengutamakan kekuatan fisik. Masalah juga semakin rumit ketika Frank Lampard, Gareth Barry, dan Garry Cahill tidak jadi terbang ke Polandia-Ukraina karena cedera. John Terry juga masih dalam perawatan. Pemilihan bek muda Martin Kelly juga tidak menolong situasi menjadi lebih baik. Pengamat dan publik sepak bola Inggris mempertanyakan keputusan Hodgson memanggil Kelly ketimbang Rio Ferdinand. Meski usianya 33 tahun, Rio harus diakui masih sebagai bek tengah terbaik Inggris saat ini. Sudah jadi rahasia umum, dan publik pun tahu alasannya bahwa Rio adalah kakak kandung Anton Ferdinand, yang terlibat konflik berbau rasisme dengan John Terry. Artinya, sulit membayangkan Rio bersanding dengan Terry saat ini dalam sebuah harmoni. Inilah gambaran The Three Lions yang jauh dari ideal. Ini bahkan jadi tim Inggris terlemah sejak menembus semifinal Euro 1996. Memang masih ada Joe Hart, Ashley Cole, dan Steven Gerrard, pemain dengan kategori kelas dunia. Tapi kebanyakan yang lainnya sudah melewati usia 30 tahun dan sisanya pemain muda yang sesungguhnya belum benar-benar siap terjun di turnamen selevel Euro 2012. Sebagai underdog , Inggris mungkin tidak akan bermain seatraktif atau seterbuka di Piala Dunia 2010, ketika akhirnya dipermalukan Jerman 1-4. Belajar dari pengalaman dan atmosfer persiapan yang jauh dari ideal, bisa jadi Inggris akan seperti underdog di depan tim Ayam Jantan Prancis. Mereka akan bermain disiplin, mengandalkan organisasi pertahanan yang ketat, menunggu Frank Ribery cs masuk, lalu melakukan counter attack dengan mengandalkan kecepatan penuh pemain-pemain mudanya. Hanya itulah sepertinya kesempatan Inggris lolos ke babak knock-out dan seterusnya, yakni dengan mengubah status dan sikap mental mereka dari Three Lions menjadi underdog. Inggris sepertinya harus meniru Yunani di Euro 2004 dan Denmark pada 1992. *) Tommy Welly, pengamat bola.

Sumber: Tempo.co