Diputus Duterte, AS Bingung

Washington – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan bingung dengan pernyataaan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang mengumumkan putus hubungan dari negara adi daya itu, baik dalam hubungan kerja sama ekonomi maupun militer. AS akan meminta penjelasan lewat diplomat tinggi AS untuk Asia Timur dan Pasifik, Daniel Russel, yang akan mengunjungi Manila, Filipina akhir pekan ini. Gedung Putih menyatakan belum menerima permintaan resmi apa pun dari Manila terkait perubahan kerja sama kedua negara. “Kami ingin meminta penjelasan tentang apa yang maksud presiden (Duterte) sebenarnya ketika dia berbicara tentang perpisahan dari AS. Tidak jelas bagi kami apa arti pernyataan itu dan semua konsekuensinya,” kata juru bicara Kemlu AS, John Kirby. Kemlu AS dan Gedung Putih masih menilai komentar-komentar Duterte bertentangan pada akhirnya. Bagaimana pun, Washington akan menyambut hubungan lebih dekat antara Beijing dan Manila. “Aliansi AS-Filipina telah dibangun selama 70 tahun dalam sejarah, hubungan yang kaya antar orang ke orang dan saling berbagi kepentingan keamanan,” kata juru bicara Gedung Putih, Eric Schultz. Meski Duterte menyatakan perpisahan dengan AS, masih belum jelas seberapa jauh kebijakannya disetujui oleh mayoritas warga Filipina yang memiliki pandangan positif kepada AS. Sementara itu, Tiongkok dikabarkan akan memberikan akses kepada nelayan Tiongkok untuk memasuki perairan LCS yang diklaim Tiongkok yakni Scarborough Shoal. Wilayah itu disebut Pulau Huangyuan oleh Tiongkok, sedangkan Filipina menamakannya Panatag. Pencaplokan Scarborough Shoal masuk ke dalam lingkup gugatan Filipina di Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag. Putusan pengadilan menolak sebagian besar klaim Tiongkok di LCS, termasuk klaimnya atas zona ekonomi eksklusif di Kepulauan Spratly. Putusan pengadilan ini menandai kejatuhan hubungan Filipina-Tiongkok, namun dicoba diperbaiki oleh Duterte. Natasia Christy Wahyuni/JAI Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu